Debu n Frenz

debu band
Sebagai sebuah acara rutin bulanan, 9 April 2014 kemarin kembali di gelar acara silaturahmi Debu n Frenz. Bertempat di panggung taman musik Kampung 99 Pepohonan, hari Rabu, bertepatan usainya hari pemilihan bagi warga megara Indonesia, acara berjalan meriah.
Dengan bintang tamu Ram dari Italia, Giovanni dari Hongkong, dan beberapa seniman lokal lainnya termasuk Neea Rachma featuring Ram, serta Ayu, istri dari salah seorang musisi Debu, persembahan malam itu menjadi indah dan hangat.
Syekh Fattah terlihat hadir bersama ibu Faatima sampai acara hampir usai.

Saudara dari negeri seberang

bule kampung
Berawal dari perkenalan melalui media sosial, tak disangka berlanjut menjadi hubungan persaudaraan. Pada 27 Maret 2014- 5 April 2014, Kampung 99 Pepohonan kedatangan saudara dari negeri Italia.
Franco, demikian akrab disapa. berasal dari Italia datang ke Indonesia karena penasaran dengan kisah dan cerita yang dituturkan Neea Rachma melalui surat elektronik. Ia ingin membuktikan keindahan dan keakraban keluarga besar Kampung ini.
Kedatangan beliau juga merupakan kejutan untuk sebagian besar anggota keluarga, karena biasanya bersua melalui foto dan video call. Tetapi rencana kehadirannya yang sejak awal hanya diketahui beberapa orang saja benar-benar memberikan kejutan manis untuk semua.
Memasak, membereskan dapur, menyapu halaman, dikerjakan dengan senang hati. Beliau sudah merasa menjadi bagian dari keluarga ini dan sangat senang melakukan kegiatan bersama-sama.
Kedatangan berikutnya, ia akan membawa serta keluarga besarnya ke Kampung 99 Pepohonan. Salah satu pesannya adalah bila kecanggihan internet digunakan dengan sebaik mungkin, maka akan mendapat banyak pula kebaikan. Seperti halnya ia menemukan keluarganya di Indonesia. NR

Debu n Frenz, Acara Silaturahmi Nan Hangat

debu14
Apalah artinya berkumpul bersama tanpa dendang dan irama. Dan apalah arti berdendang tanpa kebersamaan. Itulah yang menjadi latar belakang acara rutin bertema Debu n Frenz, kumpul-kumpul rekan-rekan Debu bersama para fans dan pecinta musik. Acara rutin tiap pekan kedua hari rabu setiap bulan di Taman Musik Kampung 99 Pepohonan, menampilkan band-band asuhan Debu, serta beberapa band tamu dengan bintang utama Debu.
Para tamu yang hadir tampak sangat akrab dengan lagu-lagu yang didendangkan oleh band-band yang hadir malam itu. penampilan yang manis ditampilkan oleh band Kafilah yang mengajak serta putra putri cilik keluarga Debu. Dengan penuh percaya diri anak-anak bernyanyi membawakan sebuah lagu diiringi kakak-kakak mereka dari band Kafilah. Nampak diantara para penonton, Syaikh Fattah yang merupakan sesepuh dari kelompok musik ini turut menikmati kehangatan suasana malam tersebut. Beliau nampak berwajah cerah menyaksikan anak cucu berbaur dengan para tetamu, menikmati lagu-lagu yang liriknya ditulis oleh beliau.
Band Melati, dengan vokalis Husnia yang tengah mengandung 38minggu tak ketinggalan menampilkan kebisaannya menghibur penonton. Beranggotakan wanita-wanita cantik, mata penonton tak lepas dari penampilan manis mereka. Sama pula serunya penampilan SIRR dengan vokalis Rendy, yang malam itu menampilkan 2 (dua) buah lagu Debu dengan aransemen heavy metal. Memeriahkan malam itu pula, grup gambus yang menghentak panggung dengan irama padang pasir.

Keistimewaan penampilan Debu malam itu, Rabu 12 Maret 2014 adalah dengan tampilnya Dimas, gitaris Debu dengan petikan gitar khas bernuansa flamenco. Sungguh luar biasa. lagu “Jangan Duduk” yang biasanya merupakan lagu pamungkas terpaksa gagal menutup malam itu karena penonton masih ingin menyaksikan penampilan Debu. Penampilan ditutup dengan sebuh lagu latin bernuansa flamenco yang dibawakan Mustafa dan rekan-rekan, bersama Dimas, sang gitaris. (NR)

99Trees @ Java Jazz 2014

jazz2

Kembali untuk kesekian kalinya, Taman Musik Kampung 99 Pepohonan ikut serta memeriahkan perhelatan musik bertaraf internasional. Setelah pada bulan November 2013 tampil di Jakarta Blues Festival, awal Maret 2014 tepatnya Minggu, tanggal 2 kemarin, bersama Galaxy Jazz Big Band tampil di Java Jazz Festival.

Java Jazz Festival 2014 merupakan perhelatan yang ke 10 (sepuluh) dilaksanakan berturut-turut selama 3 (tiga) hari yaitu tanggal 28 Februari, 1 dan 2 Maret 2014. Musisi kelas dunia yang hadir pun beragam tak hanya dari kalangan jazz, tapi juga mengusung jenis musik lainnya. Allen Stones yang kental dengan nuansa blues mengantar penonton ke nuansa yang berbeda. Jammie Cullum, India Arie, Natalie Cole, adalah beberapa nama yang sering tampil di panggung-panggung dunia. Ada pula Ivan Linch membawakan musik bernuansa Brazilian Jazz, yang sudah beberapa kali hadir di Indonesia. Penampilan manis dan berkesan ditampilkan oleh kuartet saxophone yang dimotori Dave Koz, bersama Summer Horns.

Musisi lokal tak pula ketinggalan menyajikan musik yang apik dan berkelas dunia. Raissa, IH the Fingers, Balawan, Indra Lesmana, Syaharani bersama ESQIEF tampil di panggung Java Jazz kali ini.

Untuk Galaxy Jazz Big Band sendiri, yang beranggotakan para ekspatriat dari Jepang, ini adalah merupakan penampilan yang kesekian kalinya di Java Jazz. Tampil di Panggung terdepan, Java Jazz Stage, penampilan kali ini di tonton pula oleh musisi-musisi internasional yang melintasi panggung depan tersebut. Mereka memberikan apresiasi dengan langsung menghampiri vokalis Galaxy, Neea Rachma dan menyampaikan rasa salutnya. Membawakan 10 buah lagu, 3 lagu diantaranya adalah dengan vokal yaitu Fly Me To The Moon, Georgia on My Mind, Lover Come Back To Me.

Penampilan Galaxy Jazz Big Band merupakan penampilan dengan anggota terbanyak yaitu  26 orang. Ada 2 anggota Galaxy yang khusus datang dari Jepang untuk dapat berpartipasi kali ini. Sambutan meriah dari penonton sangat meriah dan antusias menambah semangat para pemain untuk menyajikan musik Jazz Swing dengan apik. Neea Rachma dari Kampung 99 Pepohonan mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri dan mengundang yang hadir untuk berkunjung ke Kampung 99 Pepohonan. Penampilan hari itu ditutup dengan lagu Birdland yang menggebrak.

 

Debu n Frenz makin menggebrak

debu8

Pada tanggal 12 Februari lalu lagi-lagi taman Musik kampung99Pepohonan dimeriahkan oleh rekan-rekan dari keluarga besar Debu. mengusung musik khas nya yang bernuansa timur tengah, yang selalu bertemakan cinta universal, grup musik yang terkenal di mancanegara ini menghangatkan suasana malam kamis di Kampung99Pepohonan.

Tak ketinggalan beberapa grup asuhan Debu antara lain Groove n Roll, Kafilah, Melati, Darbuka Club Jakarta. Kampung99Pepohonan sebagai tuan rumah ikut pula berpartisipasi menampilkan sebuah lagu. diiringi seorang gitaris asal bandung, Rivan Wood. Beberapa tamu yang hadir ikut pula menampilkan jiwa berkesenian untuk kebersamaan. antara lain kelompok Marawis anak anak yang berbasis di Parung, Depok, kemudian ada biduan Rika, solois Yono yang dengan apik mendendangkan lagu yang liriknya dibuat oleh Syaikh Fattah, duo Gambus Dedeh (vokal) bersama pemain Uud Habib Husin Assegaf yang kemerduannya membahana pada malam tersebut. Dan ada pula duo anak-anak yang bermain piano dan biola, Restu dan Yana, yang membawakan lagu syahdu dari David Foster.

Tamu-tamu yang hadir pada malam itu nampak sangat menikmati keceriaan. Yang menjadi tamu istimewa malam itu adalah kehadiran rekan rekan dari sekolah tuna rungu asal Bekasi yang membagikan pengalaman indahnya dan menunjukkan pada kita bahwa kekurangan yang dimiliki tidak menjadi halangan untuk berkarya. tampak hadir pula diantara para tamu, Professor Joel dari Amerika dan Doktor Bryan dari Australia yang sedang melakukan penelitian di Kampung99Pepohonan. juga tampak turis dari Jepang.

Sungguh suatu kebahagian tersendiri dapat menikmati musik dalam suasana yang sangat akrab. tamu tamu dari berbagai bangsa dapat menjadi satu dalam kehangatan. di tengah hutan dan bernyanyi bersama serangga malam merupakan suatu anugerah dan berkah yang tak ternilai harganya…

 

 

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline