Suasana Nyaman dan Asri, Di Kampung 99 Pepohonan

Mau menikmati suasana hutan di pingggiran kota, datang saja ke Kampung 99 Pepohonan di daerah Meruyung, Depok – Jawa Barat. Kita akan disuguhi keasrian lingkungan dengan suasana alam yan akrab, ramah, dan kehidupan yang sangat harmoni.

Nyaman, itulah kesannya bila kita datang ke Kampung 99 Pepohonan, dimana bangunan tradisonal dari kayu-kayu yang begitu artistik, membuat kita dibawa pada sebuah suasana kampung yang sangat tradisional. Belum lagi rimbunan pepohonan yang terdapat disana, membuat kita saat berkunjung, terasa betah dan tidak ingin beranjak kemana-mana.

“Nggak disangka ya, di tengah keriuhan kota, ada tempat seperti ini, nyaman dan asri,” ungkap Rusdiono, yang datang bersama istrinya dan sengaja ingin menikmati lingkungan yang asri di Kampung 99 Pepohonan.

Kembali Ke Alam
Bukan hanya Rusdiono, setiap orang yang datang ke Kampung 99 Pepohonan, memang akan mengatakan hal yang serupa; lingkungan yang asri, nyaman, dan membuat betah bagi siapa saja yang datang.

“Kami memang ingin menselaraskan kehidupan yang alami di Kampung 99 Pepohonan ini, dimana sesungguhnya alam adalah sahabat manusia yang harus dijaga. Oleh karena itu konsep Kampung 99 Pepohonan ini adalah kembali ke alam,” ungkap Eddy Djamaluddin Suaidy, pemilik dan penggagas Kampung 99 Pepohonan.

Selain suasananya yang nyaman dan asri, Kampung 99 Pepohonan juga bisa dijadikan tempat berbagai acara. Dari mulai liburan keluarga, outbound, acara reuni, pertemuan resmi, dan berbagai acara lainnya.

Awalnya, Eddy Djamaludin Suaidy yang biasa dipanggil Abi ini ingin merubah tempat yang sekarang menjadi Kampung 99 Pepohonan yang tadinya gersang, tandus, dan tidak produktif. Untuk membuat lingkungan tersebut asri maka Abi pun mencoba menanam 99 pohon di tempat tersebut.

Kenapa harus 99, bukan 100, 1000, atau lebih, karena menurut Abi – setiap hidup memiliki filosofinya. Kalau mengacu kepada nilai-nilai riligi, 99 adalah sifat yang Maha Hak. Maka apa yang dimulai Abi dengan kalimat 99 itu merupakan sebuah refleksi dari kebesaran Yang Maha Hak. Dan diharapkan, itu menjadi doa dalam setiap langkahnya.

“Karena hidup adalah perjalanan panjang, bukan sekilo dua kilo meter, bukan setahun dua tahun, tetapi berkelanjutan dari mulai kita, anak cucu, hingga generasa mendatang. Karena itulah kita harus menyiapkannya,” ungkap Abi.

Di Kampung 99 yang di bangun Abi, seiring perjalanan waktu telah merubah tempat tersebut yang tadinya tandus dan gersang, menjadi asri dan penuh keindahan.

“Untuk melanjutkan kehidupan ini, bukan sekadar kita jadikan tempat ini bersahabat dengan kita, tetapi juga harus diisi dengan kehidupan lainnya, maka di Kampung 99 ini bukan hanya kebun yang rindang, tetapi juga ada ternak. Di tempat ini saya beternak kambing, sapi, dan binatang peliharaan lainnya. Dari sanalah siklus kehidupan itu berjalan. Ketika manusia perlu minuman yang menyegarkan, kita sudah punya susu sapi dan susu kambing yang bisa kita minum. Kalau kebanyakan, tinggal kita jual. Kalau sudah begitu, tentu bonusnya adalah uang. Tetapi itu bukan tujuan, melainkan bonus dari siklus hidup yang berkelanjutan,” ungkap Abi panjang lebar.

Di Kampung 99, terdapat beberapa kepala keluarga yang tinggal di sana, yang dengan sendirinya bersama-sama Abi membangun kehidupan yang berkelanjutan. Lambat laun, keberadaan Kampung 99 yang terletak di wilayah Meruyung Depok, Jawa Barat ini pun banyak diketahui oleh orang. Baik di seputar Depok maupun di luar Depok.

“Sekarang tempat ini sering dikunjungi orang. Yang ingin menikmati alam, melihat cara beternak yang baik, bahkan akhirnya ada juga pedagang susu yang minta pasokan susu dari Kampung 99. Dan bila hari raya qurban, sapi atau kambing hasil ternak Kampung 99 ini menjadi salah satu andalan, karena selain binatangnya sehat-sehat, juga dikasih pola makan yang alami. Sehingga ini pun bisa menjadi salah satu jaminan mutu dari peternakan di Kampung 99,” cerita Abi.

Menyiapkan Berbagai Sarana

Ketika sudah menjadi tujuan kunjungan banyak orang, Kampung 99 Pepohonan pun akhirnya menyiapkan sarana yang dibutuhkan banyak orang. Dari mulai restoran, penginapan, aula pertemuan, sarana ibadah, juga berbagai permainan alami yang sengaja disiapkan. Bahkan untuk lebih memanjakan pengunjung yang datang, Abi juga tengah menyiapkan Rumah edukasi, rumah pembelajaran bahayanya narkoba, agar generasi bangsa tidak terjerumus pada barang terlarang tersebut.

“Bukan hanya itu, kami juga akan membuat Kamung Kartun di Kampung 99 Pepohonan ini, yang bekerjasama dengan para kartunis di seluruh Indonesia, dimana karya-karya mereka akan menghiasi Kampung Kartun yang kita siapkan,” kata Abi.

Ke depannya Abi berharap, apa yang telah dimulainya di Kampung 99 ini, bisa menular ke beberapa tempat. Karena penghuni Kampung 99 yang sekarang ada, menurut Abi, telah memiliki misi kedepan bagaimana membangun kehidupan yang berkelanjutan.

Beberapa universitas sering melakukan kajian di Kampung 99. Bahkan ada juga yang sekadar ingin berkunjung dan menikmati kehidupan alami di tempat yang telah di bangun Abi.

“Di Kampung 99 ini nilai-nilai luhur bangsa Indonesia bukan sekadar slogan, tetapi dijalankan. Ramah tamah, saling menghormati dan menyayangi,” ungkap Abi.

Bahkan beberapa turis luar negeri yang datang ke Kampung 99 begitu tercengan saat melihat dan membaur dengan kehidupan Kampung 99. Menurut turis Mancanegara itu, kehidupan Indonesia sesungguhnya ada di Kampung 99, “Dan Kampung 99 adalah miniatur dari nilai-nilai bangsa ini,” cerita Abi mengahiri bincang-bincang.* (GR)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)